Musim Dingin yang Panjang
Entah karena global warning or something else, musim dingin kali ini rasanya lebih: lama, dingin dan lebat–dibanding musim dingin sebelumnya. I’ve been living here for 3 years and a little bit more, have been through 4 winters, and this one is the heaviest of all. Apparently I’m not the only one who feels that way, karena orang2 sini juga merasakan hal yang sama. It’s getting too much, they say.
Waktu hari2 pertama disini, @ liat ada weather channel di tivi, channel 16. @ bilang dalem hati: yak ampyun, yang bener aja ada channel kayak gini. Bosenin banget, emang siapa yang mau nonton? And I was wrong. This channel is very very important for us who live in Canada. Kalo di Indonesia kan musimnya cuman 2: musim hujan ama musim kemarau. Jadi yang perlu diketahui cuma 2: apakah perlu bawa payung ato ngga, dan variasi suhunya kecil. Kira2 hari ini ga beda jauh lah sama hari kemaren, gitu kali. Tapi kalo disini, musimnya ada empat, dan tiap hari variasi suhunya bisa significant. Apalagi buat musim dingin, wadoh…weather channel jadi favorit deh. Sebelom berangkat kemana2, wajib fardhu ‘ain buat liat channel 16 supaya ga saltum, suhunya berapa pagi ini, siang berapa dan sore berapa, kalo yang aktif di malam hari musti juga liat suhu buat malam hari, kalo pagi dew point berapa, juga ga lupa buat liat kecepatan angin. Karena kalo musim dingin, anginnya ini yang bikin dingin luar biasa (wind chill). Bisa jadi suhu sebenernya ‘cuma’ -10, tapi karena ada windchill, suhunya jadi drop ke - 20. Kalo dah gitu, semua bagian tubuh kecuali muka musti dibuntel habis kayak leupeut. Kita yang tinggal di Southwestern Ontario aja udah dingin kayak gini, gimana kalo yang tinggal di Utaranya Canada? Yeah, good luck for them. @ pernah liat (di weather channel tentunya) suhu di atas sana bisa sampe -60C! Jadi orang2 Eskimo tuh hebat dong ya, mereka bisa bertahan hidup di cuaca yang ekstrim kayak gitu. Jualan kulkas ga laku kalik.
Tahun lalu, @ masih inget, waktu itu siang, musimnya lagi pergantian dari gugur ke salju, matahari bersinar waktu @ berangkat dari rumah. Tapi waktu nyampe ke parking lotnya mall, mulai deh hujan turun. Untung @ bawa payung. Tapi ga lama kemudian, ice pellets mulai pada turun, kira2 lima menit kemudian, saljunya turun. Geee…what a phenomenon! Semuanya itu @ saksiin sendiri, soalnya jarak dari bus stop ke mall lumayan juga, padahal cuma dipisahin sama parking lot, tapi karena disini kebanyakan tanah, jadinya parking lotnya gedee banget. Subhanallah..!
Wokeh, balik lagi ke cerita musim dingin kali ini. Beberapa kali kita ngalamin winter storm. Salju turun lebat sekale, ditambah angin kencang dan lama, alias bisa sehari dua hari badainya baru berenti. Buat anak2 sekolah, mereka sih seneng aja, soalnya kan sekolahnya tutup jadinya, dibilangnya snow day. Tapi buat para pekerja, wah…bisa kolaps ekonomi kalo banyak libur cuma karena winter storm. Wether they like it or not, they have to deal with it, and go to work as if nothing happens. Banyak diberitain kecelakaan di jalan raya. Yang paling mengenasken yaitu berita tentang seorang ibu yang meninggal ketabrak truk pembersih salju. Ceritanya hari itu cuaca buruk sekali, white out, visibility nearly zero. Si ibu ini nyetir mobil bareng anak2nya yang masih kecil. Di suatu jalan, dia setop mobilnya buat ngebersihin jendela belakang yang ketutupin salju. So dia turun, dan pergi ke belakang mobil. Tiba2 dari belakang datang truk salju dan nabrak si ibu sampe meninggal di tempat. Kata driver truknya, dia ga liat ada orang di depan saking putihnya pandangan. Yang kasian anak2 si ibu ini yang ngeliat ibunya dying right before their eyes…And this accident happened just a week before last x-mas.
Setelah stormnya beres, yang tertinggal adalah…gunungan salju! By municipal law, orang yang tinggal di residents dan business places, mereka harus ngebersihin drive waysnya mereka plus sidewalks di depan rumah/businessnya. Kalo ngga dibersihin atau mereka males, bakalan didenda lumayan banyak.
Dahulu kala, @ suka baca serial Laura Ingals. Kesukaan ini ditularin sama TD, yang mana doi suka sekali baca segala macem, yang penting ada tulisannya. Salah satu judul bukunya ya ini : Musim Dingin yang Panjang. Waktu baca buku itu, kayaknya asiiikk…banget ngebayangin mereka tinggal di pondok yang ada perapiannya, bikin sirup maple beku pake salju yang bersih, tokoh Ma yang kebayangnya jago masak makanan yang enak-enak, sama cerita musim dingin yang sampe tujuh bulan lamanya sampe rasanya @ ikutan merasa kedinginan pas bacanya. Yep, aku ngrasain sekarang, walaupun cuma bagian musim dingin yang panjangnya doang. Rumahku ga ada perapiannya, @ juga ga jago masak kayak si Ma, dan belom pernah nyobain sirup maple beku yang pake salju. Tapi rasanya ngeluh juga ga ada gunanya. Mau teriak2 protes juga, alam ga akan dengerin. Kalo siklusnya belom beres, ya jalan terus…*tarik maass…*
disclaimer: seharusnya tulisan ini dipost sebulan yang lalu, tapi karena kesibukan yang tidak jelas, jadi terbengkalai. Sekarang sih di sini udah masuk sepring. Asik..
n_n
Filed under: Saturday story | Tagged: Seasonal
Cuaca jadi nggak seperti dulu lagi ya… di sini juga gitu tiba-tiba ada hujan es, puting beliung jadi sering terjadi, dan musim kemarau sudah nggak jelas bentuknya (kemarau kok malah banjir).
BTW, TD belum sempat mengucapkan selamat atas wawancara kerjanya yang sukses. Gajinya cukup kan?
Sister, congratulations, you’ve made it.
The proud sister,
love always,
TD
n_n
n_n
Wah akhirnya dapet kerjaan juga. Telat bacanya nih, barusan ngisi komen di cerita yang gagal wawancara itu.
Oke.. selamat ya..
Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….
Makan-makan dunk!
Waahhh..ni manusia2 (Anis and Chimay): I was just teasing TD with my comment as she also misread the postings :D. So the truth is: belom dapet kerjaan. May, mangga atuh diantosan ari hoyong babacakan mah…:D. Nyandak rantang nyalira nya, tong hilap.
